Daftar Blog Saya

Rabu, 27 April 2022

 

BKM 'Estu' Desa Marengan Daya 
Berikan Bansos Bagi Warga Miskin dan Lansia

Rabu, ( 27/04 ) Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Estu Desa Marengan Daya Kecamatan Kota Kabupaten Sumenep memberikan Bantuan Sosial (Bansos) bagi warga miskin dan Lanjut Usia (Lansia).

Perwakilan Koordinator BKM Estu, Agus Salim, berharap melalui bantuan sosial tersebut bisa bermanfaat khususnya bagi para penerima manfaat. Karenanya pihaknya juga berharap dukungan serta doa agar usaha yang dijalankan BKM Estu berkembang terus, sehingga semakin memberikan manfaat bagi banyak orang khususnya warga yang kurang mampu. 

"Dengan dukungan serta doa' dari bapak ibu sekalian diharapkan kegiatan ini bisa berlangsung tiap tahun dan penerimanya lebih banyak setiap tahunnya," ujarnya, Rabu (27/04/2022).

Menurutnya, jika kegiatan bantuan sosial tersebut diperoleh dari ini dana alokasi jasa Unit Pengelola Keuangan (UPK) tahun  2020 dan 2021. Dijelaskan Agus, jumlah penerima bantuan sosial tersebut sebanyak 35 orang terdiri dari 30 orang kaum duafa terutama para janda dan 5 orang lainnya adalah merupakan bentuk pemberian penghargaan bagi anggota Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang memanfaatkan pinjaman. 

"Kami berikan sebagai penghargaan bagi anggota KSM yang pembayaran pinjamannya tiap bulan lancar dan ini  diambil secara bergiliran," terangnya.

Sementara Kepala desa Marengan Daya, Untung Sugiono, menyampaikan rasa terima kasih kepada para relawan BKM, UPK berserta perangkat lainnya atas upayanya sebagai relawan sehingga mampu memberikan bantuan kepada warga khususnya yang kurang mampu," ungkapnya. 

Karena itu pihaknya sangat mengapresiasi atas kegiatan tersebut dan berharap kedepan semoga pemanfaat dana bergulir di UPK semakin banyak sehingga jasa yang dihasilkan juga lebih besar lagi.

"Semoga tahun depan bisa menambah lagi penerima bantuan, karena memang masih banyak warga Marengan Daya yang membutuhkan bantuan yang perlu mendapat sentuhan seperti ini," tambahnya. ( Ren, Fer )

 

Minggu, 24 April 2022

 

UPK BKM “Mawar” Desa Kebunan Berikan Reward Sembako Kepada 128 Orang Peminjam

Pengelola keuangan (UPK) BKM Mawar Desa Kebunan, Kecamatan Kota, Sumenep, Madura, Jawa Timur, memberikan reward sembako kepada kelompok peminjam. Sabtu (23/4/2022).

Pasalnya, Reward diberikan secara simbolis oleh kades Kebunan, Waki’ah. Hal itu dari hasil tahun 2021-2022 yang dari dana eks PNPM simpan pinjam hingga omsetnya sampai saat ini sudah mencapai Rp 200 juta dari modal 16 juta.

“Di bulan Ramadhan ini, kami memberikan sembako kepada 128 orang pemamfaat dari peminjam,” kata Ketua UP2K Mawar Desa Kebunan, Warsid.

Menurutnya, uang yang diberikan dari hasil modal simpan pinjam eks PNPM sejak tahun 2015 sebesar Rp 16 juta, hingga saat ini mencapai omset Rp 200 juta.

“Kami berikan sebagian hasil pengelolaan simpan pinjam kepada kelompok pemamfaat,” ungkapnya.

Sehingga, hal tersebut, lanjut Warsid, bisa dirasakan oleh masyarkat itu sendiri. ” Moga ini bermanfaat di bulan suci Ramadhan,” ujar Warsid.


Kades Desa Kebunan, Waki’ah menyampaikan terimakasih kepada ketua UPK yang bisa berbagi kepada masyarakat pemamfaat, sehingga hasil dana tersebut bisa dirasakan oleh masyarakat.

“Ini sangat luar biasa dana PNPM masih berlanjut omsetnya bisa mencapai Rp 200 juta,” ucap Kades Perempuan ini.

Pihaknya berharap, kepada kelompok peminjam UP2K kotaku ini, bisa membayar tepat waktu dan tidak ada penunggakan, agar usaha SPP tersebut tetap berjalan untuk peningkatan usaha khususnya para perempuan di desanya.

“Kami berharap simpan pinjam berjalan dengan lancar seperti tahun-tahun belum sebelumnya, sekarang pembagian sembako sebanyak 128 pemafaat dari peminjam,” tutupnya.

 

Minggu, 03 April 2022

 

Awali Ramadan, BKM Barokah Kepanjin Kembali Bagikan Sembako Posyandu Lansia

Media Center, Ahad ( 03/04 ) Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Barokah Kelurahan Kepanjin Kecamatan Kota Kabupaten Sumenep melalui Unit Pengelola Keuangan (UPK) setempat memberikan Bantuan Sembako Posyandu Lanjut Usia (Lansia) di awal bulan Ramadan 1443 Hijriah.

Kegiatan tersebut di samping dihadiri sejumlah pengurus dan anggota BKM Barokah, Unit Pengelola Keuangan (UPK), Unit Pengelola Lingkungan (UPL), Unit Pengelola Sosial (UPS), dan Fasilitor Program Kotaku juga dihadiri Lurah Kepanjin, Hj. Ernawati, serta Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dan penerima manfaat.

Lurah Kepanjin, Hj. Ernawati, dalam kesempatan tersebut mengaku sangat mengapresiasi capaian upaya yang dilaksanakan para pengurus BKM dan unit pengelola yang lainnya, khususnya melalui UPK yang ada, karena telah mampu mengelola keuangan dana bergulir melalui simpan pinjam masyarakat, hingga berkembang seperti saat ini.

“Untuk bisa berkembang seperti saat ini tentu juga berkat dukungan dan komitmen dari seluruh pengurus dan anggota BKM, sehingga hasilnya juga bisa dinikmati oleh banyak orang seperti pemberian sembako pada lansia yang jumlahnya bahkan melebihi dua kali dari tahun sebelumnya,” ujarnya, Ahad (03/04/2022).

Di samping itu tegas Ernawati, masyarakat Kelurahan Kepanjin yang melakukan simpan pinjam sudah memberikan kontribusi dalam memajukan keberadaan UPK. Karena, berkat tidak ada peminjam yang menunggak serta usahanya juga lancar, sehingga perguliran dana UPK terus berkembang.

“Karenanya kami juga mendorong bagi warga Kelurahan Kepanjin untuk memanfaatkan lembaga keuangan di wilayahnya, dan jika butuh dana untuk modal usaha dan sebagainya tidak perlu mencari pinjaman di luar, cukup di wilayahnya karena hasilnya juga dinikmati masyarakat Kelurahan Kepanjin sendiri,” tandasnya.

Sementara Koordinator BKM Barokah, Imam Risfandi, mengaku sangat bersyukur lembaganya masih tetap eksis hingga setiap tahun bisa memberikan manfaat bagi banyak orang. Hal tersebut berkat dukungan semua pihak utamanya di UPK, sehingga bisa mendapatkan keuntungan untuk kegiatan sosial dari hasil dana bergulir di masyarakat.

“Kami tentu senang bisa berbagi dan membantu banyak orang khususnya para lansia terbantu dengan sembako berupa beras, minyak goreng dan gula, apalagi di tengah kondisi pandemi dan kelangkaan minyak goreng saat ini,” tandas pria yang masih terlihat segar di usianya yang memasuki 70 tahun ini.

Hal senada diakui anggota BKM Barokah, Rosida Agustina, jika upaya yang dilakukan BKM dengan mensupport UPK untuk terus berkembang dalam pengelolaan keuangan. Sehingga selain membantu masyarakat juga dapat meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

Hal tersebut bahkan sudah dibuktikan dalam pelaksanaan kegiatan BKM khususnya dalam pengelolaan UPK selama ini. Sehingga, dapat melaksanakan kegiatan sosial seperti pemberian bantuan Posyandu bagi lansia tahun ini.

“Berkat dukungan semua pihak baik dari pemerintah maupun masyarakat yang peduli dengan lingkungannya tentu hasilnya akan bagus dan sesuai dengan harapan bersama,” ujarnya.

Pihaknya juga berharap ke depan hasil yang sudah dicapai bisa dipertahankan, karena dari hasil laba yang dicapai dapat menigkatkan pemberdayaan masyarakat Kelurahan Kepanjin, di bidang sosial dan ekonomi, syukur jika nantinya BKM juga punya sekretariat sendiri.

Sedangkan Manager UPK, Hairil, menjelaskan, sejak dibetuknya BKM Barokah tahun 2007 hingga 2022 ini, sudah ada 226 KSM yang sudah memanfaatkan perguliran dana melalui UPK. Dari dana awal sebesar Rp117 juta saat ini sudah mencapai Rp500 juta lebih.

“Syukurlah, meskipun di masa pandemi bahkan di tengah kelangkaan minyak goreng UPK mampu menghasilkan jasa UPK di tahun 2021 sebesar Rp89 juta, sehingga bisa mengalokasikan untuk kegiatan sosial 10% yakni sebesar Rp8,9 juta untuk pembelian sembako bagi lansia,” jelasnya.

Ditambahkan Hairil, jika program cannelling yang sempat direncanakan tahun sebelumnya, belum bisa terealisasi karena kendala aturan bank, aturan hukum terkait legalitas serta harus ada jaminan. Sedangkan BKM melaksanakan murni dana bergulir yang merupakan hibah. Terkait itu pihaknya masih merencanakan kerja sama dengan Koperasi Wanita (Kopwan) Irama yang juga ada di Kelurahan Kepanjin.

Sementara itu, Fasilitor Bidang Ekonomi Program Kotaku Kabupaten Sumenep, Roby, mengaku sangat mengapresiasi kekompakan dan jalinan kemitraan yang dilakukan BKM Barokah, sehingga benar-benar hasilnya memberikan barokah bagi masyarakat banyak khususnya di Kelurahan Kepanjin.

“Kami salut dan bangga ternyata jasa UPK untuk kegiatan sosial BKM Barokah saat ini hingga lebih Rp9 juta dipergunakan memenuhi kebutuhan sembako bagi Posyandu Lansia di bulan Ramadan yang manfaatnya tentu berlipat-lipat,” ungkapnya.

Roby juga berharap, prestasi yang dicapai BKM Barokah ini menjadi contoh bagi BKM lain khususnya di Kecamatan Kota. Dan ini merupakan salah satu BKM yang tetap eksis dari tahun ke tahun serta mampu meningkatkan alokasi laba UPK dan bisa dialokasikan untuk dana sosial. Sementara banyak BKM telah mati suri, bahkan yang ada belum bisa melaksanakan seperti halnya BKM Barokah ini.

“Meskipun rewardnya hanyalah kepuasan tersendiri bagi pengurus yang bisa berswadaya dengan kerelawanannya. Bahkan, dengan kondisi dana bantuan langsung dari pemerintah belum bisa turun sejak pandemi tahun 2020 hingga saat ini akibat dampak Covid-19, namun BKM Barokah malah tetap eksis,” pungkasnya. ( Ren, Fer )

 

Selasa, 22 Februari 2022

Dorong Kerelawanan Dalam Pengurangan Kumuh Pada Program Kotaku

 

Media Center, Kamis ( 17/02 ) Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Perhubungan Kabupaten Sumenep bersama Program Kotaku di Kabupaten Sumenep menggelar Lokakarya Pengelolaan Pengetahuan, dengan tema "Mendorong Kerelawanan Dalam Pengurangan Kumuh Pada Program Kotaku di Kabupaten Sumenep", Kamis (17/02/2022).

Lokakarya tersebut dilakukan melalui Zoom Meeting yang diikuti 69 peserta terdiri dari OPD terkait, Pokja Kabupaten Sumenep, FKA, Pemdes dan Kelurahan, Askot Mandiri Sumenep, Fasilitator Program Kotaku beserta relawan, Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM), Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), Kecamatan Kota, Kalianget dan Ambunten.

Kegiatan Pengelolaan Pengetahuan dibuka oleh Tim Leader OSP3 Jawa Timur, Abdus Salam, S.Sos, M.Si, dengan menghadirkan narasumber, Deddy Falahuddin, ST, MT, Kepala Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman Dinas Pekerjaan Umum dan Cipta Karya Sumenep, dengan topik "Pengelolaan air minum dan penyehatan lingkungan", Slamet Reno, Relawan dan Jurnalis Media Center Sumenep dengan topik "Membangun kerelawanan dalam pengelolaan bencana", R. Moh. Nanda Bagas A.M, ST, Ketua Komunitas Arah Jejak Kabupaten Sumenep (AJS), dengan testimoni kerelawanan, Faiqul Khoir Al-Quddus, Koordinator Gusdurian Peduli Sumenep (GPS), dengan testimoni kerelawanan dan Istiana Sandy, S.Pd, Penggiat Pendidikan Ramah Anak Kabupaten Sumenep dengan testimoni kerelawanan pendidikan.

Koordinator Kota Cluster 04 Surabaya, Abdus Salam, S.Sos, M.Si, mengungkapkan, apresiasi terhadap para narasumber yang telah menyampaikan motivasi dan testimoninya pada Lokakarya Pengelolaan Pengetahuan "Mendorong Kerelawanan Dalam Pengurangan Kumuh Pada Program Kotaku di Kabupaten Sumenep" tersebut. Sehingga, diharapkan semakin memberikan semangat pada semua untuk semakin giat melaksanakan partisipasinya terhadap berbagai kegiatan kerelawanan khususnya di Kabupaten Sumenep.

"Intinya berbagai persoalan kemiskinan dan persoalan Kotaku tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah, namun para relawan yang berjejaring akan turut mengisi di berbagai sisi pembangunan yang ada," ujarnya.

Diakui Abdus Salam, meskipun disiapkan dana ratusan juta oleh pemerintah tapi masyarakat yang ada di desa, kota dan wilayah belum dibangun kesadarannya dan tidak peduli, bagaimanapun intervensi yang dilakukan tidak akan pernah selesai persoalannya. Selama asumsi masyarakat bahwa, persoalan pembangunan infrastruktur dan berbagai jenis kegiatan pembangunan hanya merupakan tangung jawab negara dalam hal ini pemerintah tanpa partisipasi masyarakat, maka upaya mengurangi kerusakan lingkungan tidak akan maksimal.

"Karenanya dengan kegiatan ini semangat dan kepedulian masyarakat menjadi spirit baru untuk membangkitkan semuanya dengan terlibat bersama-sama melalui jejaring di bidang masing-masing, seperti bidang pendidikan, infrastruktur dan sebagainya, bahkan para BKM, KSM melalui program Kotaku dan relawan yang ada di desa juga sudah teruji dalam melakukan aktivitas kerelawanannya di wilayahnya masing-masing," tambahnya. ( Ren, Fer )

Minggu, 17 Oktober 2021

Sumenep Genjot Penanganan Kotaku

 

PortalMadura.Com, Sumenep – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggenjot program kota tanpa kumuh (Kotaku).

Salah satunya, melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) dan Cipta Karya, pada Kamis (14/10/2021), menggelar workshop kota tanpa kumuh (Kotaku) via video conference.

adir pada video conference itu dari berbagai elemen yang berkompeten dan dibuka langsung oleh Bupati Sumenep, Achmad Fauzi.

“Sumenep ini masuk pada dampingan Kotaku, sehingga kota kumuh perlu dilakukan penanganan secara bersama,” kata Kabid Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DPRKP dan Cipta Karya Sumenep, Benny Irawan.

Ia menjelaskan, kegiatan workshop Kotaku itu dalam rangka mempercepat penanganan kota kumuh. Pada tahun 2015, kata dia, terdapat wilayah kota kumuh seluas 118,54 hektare dan 56,18 wilayah masuk pendampingan Kotaku.

Pada tahun 2019, ada target khusus dari Pemerintah Pusat bahwa Sumenep harus mencapai 0 hektare dari kota kumuh tersebut.

” Alhamdulillah, telah tercapai 100 persen pada tahun 2020,” terangnya.

Namun, pada tahun 2021 diperlukan adanya penambahan peningkatan kualitas perumahan dan permukiman.

“Dan kami langsung mengidentifikasi, ternyata muncul sebanyak 268,5 hektare masuk dalam kumuh baru di tiga kecamatan. Di antaranya Kota, Kalianget dan Batuan,” jelasnya.

Pada workshop Kotaku itu, ada tujuh indikator yang dibahas guna mengatasi kota kumuh di Sumenep. Salah satu di antaranya, air minum, air limbah, dreinase, persampahan, proteksi kebakaran, RTH dan lainya. “Tujuh itu harus kita selesaikan segera. Target kami pada tahun 2022 semuanya rampung,” ujarnya.


Ia berharap kepada Pemerintah Pusat dan warga Sumenep untuk gotong royong mengatasi kota kumuh. “Ini masalah kita bersama sehingga perlu kiranya gotong royong mengatasinya,” tandasnya.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi pada pembukaan workshop Kotaku menyampaikan, untuk menyelesaikan persoalan kota kumuh tidak hanya fokus pada infrastruktur. Melainkan perlu adanya kemasan baru untuk mempercantik lingkungan.

“Misalnya, seperti yang sudah dilakukan mulai dari paving berwarna, ada tempat duduk (santai), pot bunga dan semacamnya. Itu untuk menambah keindahan,” katanya.

Anggaran Program Kota Kumuh di Sumenep Tembus Rp2,1 Miliar

 

PortalMadura.Com, Sumenep – Anggaran program kota kumuh Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mencapai Rp 2,1 miliar bersumber dari APBN tahun 2021.

Kabid Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DPRKP dan Cipta Karya Sumenep, Benny Irawan, menyebutkan, dana itu dicairkan dalam wujud cash forward (padat karya tunai).

“Kenapa langsung tunai, karena di masa pandemi banyak masyarakat terdampak. Dengan sentuhan program itu dapat membantu warga lokal untuk dipekerjakan pada program itu,” terangnya, Jumat (15/10/2021).

Anggaran tersebut dikucurkan dalam rangka percepatan penanganan kota kumuh di Sumenep. Sebab, kata dia, pada tahun 2015, terdapat wilayah kota kumuh seluas 118,54 hektare dan 56,18 wilayah masuk pendampingan Kotaku.

Kemudian, di tahun 2019 ada target khusus dari Pemerintah Pusat bahwa Sumenep harus mencapai 0 hektare dari kota kumuh, dan sudah terealisasi 100 persen pada tahun 2020.

Namun, lanjutnya, pada tahun 2021 diperlukan adanya peningkatan kualitas perumahan dan permukiman. Dan terdapat sekitar 268,5 hektare masuk kota kumuh yang tersebar di tiga kecamatan dengan tujuh desa.

“Kecamatan kota, Kalianget dan Batuan. Masing-masing desa mendapat Rp 300 juta,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, menggenjot program kota tanpa kumuh (Kotaku). Salah satunya, melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) dan Cipta Karya menggelar workshop kota tanpa kumuh (Kotaku) via video conference selama dua hari, Kamis-Jumat (14-15/10/2021).(*)


Penulis: TaufikurrahmanEditor: Putri Kuzaifah

Kamis, 14 Oktober 2021

Workshop Penanganan Kumuh Kabupaten Sumenep

 


    Workshop Penanganan Kumuh Kabupaten Sumenep akan diadakan guna mengetahui, memahami capaian dan target penanganan kumuh program KOTAKU. Mengetahui Strategi kolaborasi dan replikasi program, serta kebijakan dan strategi pemerintah daerah dalam penanganan kumuh, dan pemahaman betapa pentingnya Pokja PKP dan Forum PKP dalam menyelaraskan permasalahan perumahan dan kawasan permukiman Kabupaten Sumenep. Kegiatan yang dibuka oleh Bapak Bupati Sumenep Achmad Fauzi SH, MH yang akan berlasung pada 14 sampai 15 Oktober 2021 melalui Via Zoom Meeting. 





    Workshop Penanganan Kumuh Kabupaten Sumenep hari pertama tanggal 14 oktober 2021 dibuka oleh Bapak Bupati Sumenep Achmad Fauzi SH, MH terkait Kebijakan Daerah dalam Penanganan Kumuh. dilanjutkan oleh bapak Zainul OSP-3 Jatim terkait Kebijakan Daerah dalam Penanganan Kumuh Target dan Capaian Progam Penanganan Kumuh dalam program KOTAKU, ditutup oleh bapak Rb. Moh. Ansyar LKM Pamolokan terkait Best Practise. 



    Workshop dihadiri sebanyak 60 undangan. Peserta terdiri dari perwakilan Pemerintah Kabupaten Sumenep, Pokja PKP, OPD terkait,  kepentingan terkait antara lain Swasta, BUMN, LSM, Perguruan Tinggi, KBP, Pers, Forum LKM dan kelompok peduli lainnya. 

Alhamdulillah workshop hari pertama berjalan dengan lancar 


by: Ifah-Opkom

Minggu, 26 September 2021

PENGOLAHAN GREYWATER DENGAN KOLAM SANITASI

    Pada hari ini, Jumat tanggal 24 September 2021, telah dilaksanakan penanaman bunga Kana dan Melati Air. Yang mana sebelumnya sudah diawali dengan Sosialisasi Pengolahan Greywater dengan Kolam Sanitasi di Balai Desa Marengan Laok, yang dihadiri Tim Faskel Kotaku Kabupaten Sumenep, Dekan Fakultas Teknik Universitas Wiraraja, Kades Marengan Laok, aparat desa dan tokoh masyarakat.


    Sinergitas program kegiatan ini merupakan wujud implementasi Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku),  bekerjasama dengan Fakultas Teknik Universitas Wiraraja dan Pemerintah Desa Marengan Laok Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep.


       “Ini adalah kewajiban dosen untuk melakukan Tri Darma Perguruan Tinggi, salah satunya kegiatan Pengabdian, melalui dana internal kampus” kata Cholilul Chayati, ST MT, selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas Wiraraja, juga selaku Ketua Tim Pengabdian Masyarakat.

       Tim melakukan pengolahan Greywater dengan kolam sanitasi yang berada di Dusun Jenengan Desa Marengan Laok. Greywater adalah limbah cair yang harus diolah agar tidak menimbulkan permasalahan lingkungan yang berdampak pada penurunan tingkat kesehatan lingkungan masyarakat.

       “Kami memberikan informasi, pengetahuan dan contoh teknologi sederhana kepada masyarakat bagaimana cara menciptakan lingkungan pemukiman yang sehat, serasi, berjati diri dan berkelanjutan” jelasnya.

       “Masyarakat diberikan pemahaman cara mengolah limbah domestik atau greywater agar bisa dimanfaatkan kembali dengan metode kolam sanitasi” imbuhnya.

       Sementara itu, Sekretaris Desa Marengan Laok, Sahiruddin juga menuturkan alasan dipilihnya Dusun Jenengan desa Marengan Laok, karena dikawasan ini mengandung air limbah atau Greywater, sehingga kolam ikan didalamnya kurang produktif.

       “Jadi kami nilai cocok untuk dijadikan kolam sanitasi sebagai kegiatan pengolahan Greywater” katanya.


    Tim Faskel Kotaku, Dekan dan Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Wiraraja, Aparat Desa Marengan Laok melakukan penanaman bunga kana dan melati air sebagai pengurai limbah dikolam ikan tersebut.


       “Karena tanaman itu mudah tumbuh dan tidak memerlukan perawatan khusus sehingga tidak menimbulkan bau serta air terbebas dari limbah. Secara estetika kolam akan terlihat cantik jika tanaman sudah tumbuh dengan baik” tandasnya.

       Semoga ini awal dari kegiatan kolaborasi yang mempunyai tujuan bersama untuk menciptakan lingkungan pemukiman yang sehat dan masyarakat yang produktif.

 By : Yudit-Fasos

Senin, 06 September 2021

HATIKU SENANG JALAN LANCAR KEMBALI

    Desa pamolokan merupakan salah satu desa yang mendapatkan dana Cas for work (CFW 2021) dari anggaran program kotaku. Desa pamolokan berada di kecamatan kota sumenep kabupaten sumenep propinsi jawa timur. Dimana kegiatannya adalah rehabilitasi jalan paving dan rehabilitasi drainase/ saluran dimana Sarana transportasi merupakan salah satu sarana penting dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Apabila sarana transportasi lancar, maka akses kegiatan ekonomi menjadi lancar. 

Sebelumnya sarana transportasi yang menghubungkan wilayah RT tersebut. Di Desa pamolokan kecamatan kota sumenep kabupaten sumenep awalnya merupakan jalan paving yang sudah rusak yang tiap kali hujan menjadi becek dan licin untuk dilewati orang maupun kendaraan. Hal ini berdampak pada keterlambatan waktu, tenaga, dan biaya yang harus dikeluarkan oleh masyarakat, utamanya masyarakat MBR. 

Program Kotaku merupakan salah satu program  yang ikut andil  dalam rangka membangun desa pamolokan dengan kegiatan SEL (Sosial, Ekonomi, lingkungan), dimana tahun 2021 desa tersebut mendapatkan kucuran dana dari pemerintah pusat yaitu CFW yang dikhususkan rehabilitasi kegiatan kegiatan yang sudah ada dan rusak yang di bangun oleh PNPM Perkotaan dahulu. 

 Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh KSM Sejahtera yang bermitra dengan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Harapan jaya bersama-sama masyarakat mencoba mengatasi berbagai persoalan masyarakat yang didasarkan RPLP Desa Pamolokan yang salah satu item kegiatannya adalah Rehabilitasi jalan paving dan rehabilitasi Drainase/saluran.

 

Pada tahun 2021, warga RT. yang tergabung dalam KSM Sejahtera didampingi oleh UPL-BKM Harapan Jaya dan Tim Faskel CFW membuat proposal usulan kegiatan lingkungan berupa Rehabilitasi jalan paving dan rehabilitasi Drainase/saluran

Rehab Jalan Paving sepanjang 132.000 meter dan Drainase 162 meter dengan dana CFW BPM sebesar Rp 300.000.000,- dan swadaya masyarakat baik berupa tenaga, bahan,  peminjaman peralatan dan konsumsi.


Sekarang jalan tersebut sudah bagus dan transportasi menjadi lancar,masyarakat pun senang. Warga RT. juga bersepakat untuk memelihara jalan tersebut agar dapat dimanfaatkan hingga jangka waktu yang cukup lama dengan terbentuknya kelompok pemelihara dan pemanfaat (KPP). (Sabid)












Minggu, 05 September 2021

Sosok Nyentrik Yang Inspiratif

    Selama berkelana dalam cadasnya kehidupan, lorong -lorong hitam menjadi bagian dari aktifitas hidupnya. Pada tahun 2007 menjadi awal  yang baik yang merubah ritme hidupnya. sungguh menjadi anugrah yang indah bagi Moh. Anwar sosok nyentrik yang ispiratif saat melabuhkan aktifitasnya di Program P2KP melalui BKM. itulah yang disampaikan saat bincang-bincang santai dengan Abdus Salam Koorkot KOTAKU di Desa Pabian (17/8/21).


    Moh. Anwar adalah nama panggilan yang orangtuanya anugerahkan kepadanya. 51 Tahun yang lalu ia dilahirkan tepatnya pada tanggal 12 Oktober 1970. Banyak cerita menarik penuh edukasi dari sosok “Pak Anwar”, perawakan tegas badan tegap berotot, penampilan nyentrik di usianya yang tak lagi muda, aksesoris gelang rantai, akik, kacamata hitam selalu tampil terpakai dalam tiap aktifitas kesehariaanya. Pak anwar adalah salah satu anggota BKM Mandiri Desa Pabian sejak awal program, beliau merelakan sebagian waktunya untuk bergabung dengan orang-orang peduli dan lebih produktif aktif merubah kampungnya kearah yang lebih baik. 

Abdus Salam bincang-bincang dengan Moh.Anwar

    Tahun 2021 adalah tahun kedua sejak diberlakukannya darurat pandemi covid-19, banyak dampak yang terasa langsung bagi masyarakat, hilang matapencahariannya, bahkan kehilangan keluarga tercintanya,  Adaptasi menjadi kunci untuk bisa survive menuju era New Normal, tetap waspada namun tidak panik, tetap patuhi protokol kesehatan jangan sampai lengah.

    Bantuan pemerintah banyak dikucurkan untuk menstabilkan perekonomian, salah satunya lewat program KOTAKU dengan meluncurkan Cash For Work  (CFW) atau Padat Karya Tunai. Tujuannya untuk menanggulangi penurunan daya beli akibat pandemi COVID-19 yang berdampak langsung pada MBR. CFW disalurkan melalui BKM untuk membiayai para tenaga kerja yang diikutkan dalam pekerjaan perbaikan ringan, pekerjaan yang akan dilakukan bersifat pemeliharaan sudah tentu pasti akan menyerap tenaga kerja lebih besar daripada pembeliaan bahan yang akan dikerjakan.

Moh.Anwar melakukan Test suhu

    Media sosialisasi dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam kegiatan CFW dilakukan di tengah-tengah pandemi, rasa takut dan was-was selalui menghantui,  namun pembelajaran untuk masyarakat harus terus dilakukan “ujar Moh. Anwar” dengan  sambal bercanda. Pak Anwar yang selalu mencairkan suasana dengan guyonan khas Madura, pekerjaan sehari-hari beliau adalah menjadi tangan kanan pemilik pengusaha alat kesehatan, “sengkok be’erik tak ebegi mukak toko moso kalebun ben pak carek kiya,” (saya kemaren enggak boleh buka toko sama pak kades dan pak sekdes juga),. “laggu gelluk cakna”   (terlalu pagi katanya) “apa ngara e sanggu mamalenga paleng, e sanggu mukak toko moso rajeng”, (apa dikira mau maling mungkin, dikira buka toko pakek linggis), “padahal pajet la lalakonna engkok mukak toko, tae rehh” (padahal memang kerjaan saya buka toko (bukan maling)). hahahahaaaa ada saja cerita menarik yang keluar dari mulut anwar.

   Cerita unik lainnya ketika pak anwar bersama BKM Mandiri Pabian akan melakukan transfer ke KSM Melati pelaksana tugas pemeliharaan infrastruktur CFW, Pak Anwar termasuk salah satu specimen dari tiga anggota lainnya, saat itu kondisi di bank saat rame-rame nya, akhirnya bersepakat setelah mendapat nomer antrian dan berkonsultasi dengan pihak security kemungkinan nomer tersebut baru terlayani pada jam kedua, singkat kata semuanya pulang melanjutkan aktifitasnya masing-masing dan akan kembali setelah jam kedua, tepat jam 13.00 semua berkumpul pas pada nomer giliran tidak terpanggil.



    Akhirnya dua specimen lainnya protes terhadap teller, namun tidak membuahkan hasil, setelah itu pak Moh. Anwar yang dari tadi tidak mengeluarkan sepatah kata, coba menghampiri pihak teller, dengan perawatan kekar berotot, rambut gondrong, akik, gelang rantai dan berkacamata, si teller mundur selangkah kebelakang dengan wajah agak pucat, tanpa berbicara pak Moh. Anwar cuman menyodorkan nomer antrian yang dipegangnya,, dan statement mengejutkan keluar dari mulut mbak-mbak teller, kalo nomer ini masih bisa, bapak loh dari tadi tidak mengeluarkan nomer antriannya,. Senyum lirih dari bapak-bapak BKM dan KSM terdengar “ariya minta e entara moso bekna wer” ini dari tadi minta didatengin sama kamu wer (panggilan akrab pak anwar). Yang membuat Moh. Anwar disegani adalah ketika beliau tidak berbicara, ketika berbicara malah akan membuat lawan bicara akan terbahak-bahak suara yang melengking logat intonasi Madura banget,, hihiii. Sejak saat itu Pak Anwar selalu diberi tugas jika berurusan dengan pihak yang dirasa mempersulit kinerja dari BKM.

    Penampilan tidak bisa dijadikan ukuran kebaikan, Maka jangan menilai seseorang dari pakaiannya, tetapi lihat dari bagaimana bertingkah dan berakhlak, Moh. Anwar adalah salah satu analogi untuk mengartikan statement itu, di balik penampilannya rocker ala preman, itu hanya style yang dipilih untuk mengekspresikan kebebasan dalam berpakaian, dibalik itu sosoknya yang aktif responsive dan peduli terhadap permukiman kumuh apalagi untuk urusan kaum marginal, masyarakat berpenghasilan rendah, sosok Moh.Anwar akan maju dan tampil kedepan, tanpa perlu panggung yang megah untuk mengekspresikannya.

 


Yurie Mustaqiem 

Fasilitator Sosial Kab.Sumenep

Minggu, 22 Agustus 2021

TRANSPARANSI PENCAIRAN DANA PINJAMAN BERGULIR UPK - BKM “SINAR TERANG”

 

BKM-UPK Sinar TerangDesa Kertasada Kec. Kalianget

 

UPK-BKM “Sinar Terang” Kertasada adalah unit dibawah BKM Kertasada milik masyarakat yang terlahir dari adanya Program Pengentasan Kemiskinan Perkotaan (P2KP) yang sampai saat ini sudah berganti program, menjadi Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU). UPK Sinar Terang  ini bertempat di Jl. Raya Sumenep-Kalianget, Desa Kertasada Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep.  Sampai saat ini UPK BKM Sinar Terang” mempunyai ± 25 KSM Kegiatan Ekonomi.

Dalam hal pencairan dana perguliran ke KSM, maka setiap anggota KSM harus hadir untuk menerima dana tersebut dan tidak akan dicairkan apabila salah satu anggota dari KSM tidak hadir. Jadi harus menunggu semua anggota KSM tersebut hadir lengkap. Hal ini diterapkan agar setiap anggota KSM paham aturan, hak dan kewajiban yang harus ada dan dilaksanakan dalam Pinjaman Bergulir. 

     Aturan ini juga untuk meminimalisir penyelewengan dana pencairan oleh pihak lain, yang dimana kasus pada umumnya, dana perguliran tidak sampai pada anggota KSM tapi hanya ada pada Ketua KSM.


    ”Setiap pencairan ke KSM perguliran saya tetap mewajibkan para anggota KSM untuk hadir dan tidak akan dicairkan jika anggotanya tidak hadir lengkap, walaupun ada pemberitahuan dari anggota yang bersangkutan, tetap akan saya tunda proses pencairannya karena hal ini sudah tercantum dalam Standar Operasional Pinjaman Bergulir”, kata Dewi Yulianti selaku Manajer UPK.


    Salah satu contoh pencairan pinjaman bergulir yang dilaksanakan oleh KSM Arjuna, dimana menghadirkan semua anggotanya pada saat pencairan dan tidak boleh diwakilkan. KSM Arjuna juga memberlakukan aturan adanya pertemuan rutin tiap bulannya untuk mengumpulkan angsuran dari masing-masing anggota serta membahas permasalahan dan solusi yang ada di KSM.

”Selain memiliki pinjaman di UPK, kami juga memiliki pencatatan serta perguliran berupa bahan pokok beras yang kami kelola intern dari dana tabungan anggota KSM dan juga tertuang dalam aturan main KSM”, kata Junawi selaku ketua KSM.


 

Berkat bantuan perguliran UPK BKM Sinar Terang, melalui Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) ini, akhirnya dapat membantu warga miskin di Desa Kertasada yang membutuhkan modal untuk memulai usaha maupun penambahan modal usaha yang sudah ada.


Informasi lebih lanjut tentang kegiatan BKM “Sinar Terang” dapat menghubungi :

Alamat :Desa Kertasada , Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur

Contact Person : Edy Sunarto, Telp. 085230536161  Alamat : Desa Kertasada

 






  BKM 'Estu' Desa Marengan Daya  Berikan Bansos Bagi Warga Miskin dan Lansia Rabu, ( 27/04 ) Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Es...