Daftar Blog Saya

Minggu, 07 Juni 2020

KOTAKU DALAM KATA


Oleh : Eddy Iwantoro

Entah Kotaku berkata,
Kotaku tak lagi berkata-kata
Saat kata tak berkata Kotaku

Kata yang membuat kita tertahan,
Kata yang menempa kita bertahan,
Kotaku seperti berkata-kata.

Buka mata
Buka telinga
Saat tergores mengiris hati
Saat embun tak mampu sembuhkan
Kotaku masih berkata-kata.

Banyak cerita
Tawa, tangis, senyum, dan derita
Sabarlah, bagian terakhir hidupmu
Untuk cinta yang menggelora tak bertepi
Dalam kata Kotaku.

Pantai Lombang, 4 Juni 2020.

Senin, 04 Mei 2020

Respon Dampak Covid-19, BKM Barokah Kelurahan Kepanjin Berikan Bantuan Sembako & Masker untuk Warga Lansia



     Kepanjin, (25 April 2020) – BKM Barokah Kelurahan Kepanjin, Kabupaten Sumenep menyerahkan bantuan sosial (Bansos) sembako dan masker bagi warga usia lanjut (Lansia). Sumber dana berasal dari Alokasi Jasa UPK BKM Barokah Tahun 2019 sebesar 7 juta rupiah serta ditambah dari swadaya masyarakat.
    Penyaluran Bansos di salurkan di rumah Bapak Imam Risfandi selaku Koordinator BKM Barokah Kelurahan Kepanjin, yang diberikan kepada 47 warga usia lanjut (Lansia). Mengingat adanya anjuran Pemerintah untuk Social Distancing, maka penyaluran bantuan sembako tidak diperkenankan dilaksanakan dengan mengumpulkan warga lansia di satu area saja. Sebagian besar penyaluran dilakukan oleh BKM dan KSM dengan cara mendatangi kediaman warga lansia.Kriteria lansia penerima bantuan adalah lansia yang tinggal di keluarga miskin dan terdampak COVID-19
        Penyerahan bantuan sembako dan masker ini merupakan salah satu jaring pengaman sosial bagi warga masyarakat lanjut usia yang wilayahnya terdampak Corona Virus Disease (COVID-19) sesuai arahan Menteri Sosial RI tentang penanggulangan COVID-19 bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial.

      Tujuannya untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga lansia miskin dan terdampak COVID-19 di Kelurahan Kepanjin. Jenis bantuan sembako meliputi bantuan berupa beras, gula, minyak goreng ditambah masker. Mekanisme penyalurannya melibatkan seluruh stakeholder yang ada di Kelurahan Kepanjin, diantaranya BKM dan UP-UP, Lurah dan Aparaturnya, KSM dan Ketua RT. Penyaluran bantuan sembako dan masker merupakan salah satu wujud “KOTAKU & BKM Hadir” untuk masyarakat. Semoga bermanfaat...


Oleh : Yudit Arif Adi Nugroho
           Fasilitator Sosial KOTAKU Sumenep

Minggu, 05 April 2020

MENCIPTAKAN KERTASADA BEBAS KUMUH

       
       Kumuh, itulah gambaran kita ketika menyusuri jalan Desa Kertasada. Yang kita lihat adalah tumpukan sampah dimana-mana. Dan itu sudah menjadi pemandangan biasa buat masyarakat sekitar. Tidak ada rasa jIjik atau bau. Kadang tumpukan sampah menjadi timbunan untuk pemadatan tanah pembangunan rumah. Kebanyakan sampah ditumpuk di tambak yang sudah tidak produktif. Karena Desa Kertasada dikelilingi tambak garam dan ikan.
          Masyarakat tidak punya sarana dan prasarana yang layak. Maka di Tahun Anggaran 2018 Desa Kertasada mendapatkan Bantuan Dana Investasi (BDI) sebesar 1 Miliar. Direncanakanlah untuk Pembangunan MCK, Jalan Paving, Drainase, dan Gerobak sampah dan Motor sampah. Dan di tahun yang sama pula dianggarkan dari Dana Desa untuk Tempat sampah rumah tangga dan pembangunan TPS.
           Pengelolaan sampah butuh komitmen yang tinggi dan penanganan yang serius. Maka sebelum pencairan dana diadakan rembuk bersama masyarakat mengenai operasional dan pemeliharaan (O & P). Dibentuklah yang Namanya Kelompok Pemanfaat dan pemelihara (KPP) yang bertujuan menanamkan kesadaran kepada masyarakat bahwa pemeliharaan prasarana dan sarana harus dilakukan oleh semua warga baik dari segi pembiayaan maupun pelaksanaan pemeliharaan. Dan disekapati pula besaran iuran sampah untuk masing-masing rumah juga tak lupa dibuatkan jadwal pengambilan sampah di masing-masing RT.
       Untuk menjadikan Desa Kertasada bebas sampah memang butuh proses panjang. Dengan adanya sarana dan prasarana yang tersedia harapannya bisa membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan yang berdampak pada pencemaran lingkungan yang bisa mengakibatkan kepada kesehatan masyarakat. Maka dari itu perlu adanya gotong royong untuk Bersama sama membersihkan lingkungan tiap minggu untuk masing-masing RT. dan juga perlunya penyuluhan kesehatan untuk warga yang bertujuan hidup sehat dengan cara merubah prilaku masyarakat agar mereka tahu, mau, dan mampu melakukan perubahan yang lebih baik.
         Dan untuk kedepannya Kepala desa akan mengadakan pelatihan pemilahan dan pengolahan sampah. Sehingga nantinya masyarakat bisa memilah-milah sampah organik (basah) dan sampah anorganik (padat). Sehingga nantinya masyarakat Kertasada bisa mengelolah sampah sendiri dan bisa meningkatan pendapatan ekonomi mereka.
















By : Indah Sumarwana
     Faskel Teknik KOTAKU Sumenep 2020

Minggu, 15 Maret 2020

CIPTAKAN LINGKUNGAN ASRI MELALUI KSM ASRE

Fastek KOTAKU dan para pemanfaat & pemelihara MCK ASRE
ASRI, itulah kata yang muncul ketika kita melihat lingkungan yang berada diwilayah RT 001 RW 005 Desa Marengan Laok. Terdapat hiasan taman kecil yang masyarakat buat disekitar MCK ini sehingga terlihat nampak lebih asri dan terawat. Bangunan MCK tersebut merupakan hasil dari kegiatan BDI Program KOTAKU T.A 2018. Sebelum MCK ini dibangun, masyarakat sekitar memanfaatkan sungai sebagai alat pembuangan kakus (BAB). Masyarakat membuat WC buatan tersebut dari bambu seadanya dan kain sebagai alat penutupnya. Bangunan tersebut diletakkan diatas Sungai, mereka biasa menyebutnya sebagai “WC Helikopter”. Banyak faktor yang membuat masyarakat tidak membangun WC yang layak. Salah satunya karena lebih dari 55% MBR yang dimiliki warga RT 001 RW 005 menggantungkan hidupnya dari upah buruh garam dan pengayuh becak.
        Kegiatan pembangunan MCK ini atas aspirasi dari warga setempat yang dicurahkan melalui rembuk warga. Kegiatan rembuk warga tersebut di hadiri oleh BKM, Aparat desa, ketua RT, Tomas, dan masyarakat. Dalam agenda rembuk warga, BKM menjelaskan tentang tujuan program KOTAKU dan sumber alokasi bantuan dana BDI untuk RT 001 RW 005. Antusiasme masyarakat sangat tinggi ketika mengetahui akan mendapatkan dana untuk pembangunan MCK, karena mereka telah memimpikan sejak lama memiliki MCK layak dan sehat. Harapan mereka sungguh besar dengan adanya MCK tersebut selain dapat mengurangi pencemaran lingkungan khususnya terhadap sungai, juga berakibat buruk bagi kesehatan masyarakat setempat.
       Setelah -+ 2 tahun berjalan hingga pada tahap evaluasi saat ini, kami melihat betapa masih semangatnya masyarakat setempat atas kegiatan MCK ini. Terbukti dengan diadakannya gotong royong/ gerakan bersih-bersih tiap bulan dan setiap 3 kali dalam sebulan untuk pembersihan MCK secara bergiliran. Ini tertuang dalam kesepakatan rapat KPP (Kelompok Pemanfaat dan Pemeliharaan). Rapat KPP tiap diadakan bersamaan dengan rapat RT tiap bulannya. Iuran untuk pemeliharaan tidak sama, ada yang Rp 5.000,-, ada pula yang hanya  Rp 2.000,-. KPP juga mendapatkan support dana dari kas RT untuk pembayaran listrik dan Air PDAM. Pembangunan MCK ini menggunakan dana BDI tahap 1 Tahun Anggaran 2018 dengan alokasi dana sebesar Rp 165,436,000 Di samping itu juga didukung oleh nilai swadaya masyarakat baik nilai tenaga kerja, tanah, konsumsi dan lain lain dengan total nilai Rp 14.132.000.
       Wujud dari kebersamaan tersebut dapat dilihat dari hasil kerja keras KSM ASRE yang alhamdulillah melebihi ekspektasi semua pihak. Mereka tidak hanya membangun MCK saja tetapi membuat taman kecil di sekitar MCK. Tidak hanya tanaman hias  tetapi ada tanaman toga yang dapat dimanfaatkan masyarakat seperti halnya tumbuhan binahong, kemangi,  dan lain lain. Diharapkan masyarakat dapat menjaga kebersihan dan memelihara fasilitas yang telah disediakan sesuai dengan system aturan pemeliharaan, yang organisasinya telah terstruktur dengan baik. Sehingga sarana yang bagus dan asri tidak terbengkalai sia-sia dan dapat terus dimanfaatkan lebih lanjut.

SEBELUM

SESUDAH


Rabu, 25 Desember 2019

TRANSPARANSI PENCAIRAN PINJAMAN BERGULIR UPK - BKM “SINAR TERANG”

UPK-BKM Sinar Terang Kertasada adalah unit dibawah BKM Kertasada milik masyarakat yang terlahir dari adanya Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan yang sampai saat ini sudah berganti nama program, menjadi Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Kabupaten Sumenep. UPK Sinar Terang  ini bertempat di Jl. Raya Sumenep-Kalianget, Desa Kertasada Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep.  Sampai saat ini UPK BKM Sinar Terang” mempunyai ± 25 KSM Kegiatan Ekonomi.
Pencairan pinjaman bergulir ke KSM
Dalam hal pencairan dana perguliran ke KSM, maka setiap anggota KSM harus hadir untuk menerima dana tersebut dan tidak akan dicairkan apabila salah satu anggota dari KSM tidak hadir. Jadi harus menunggu semua anggota KSM tersebut hadir lengkap. Hal ini diterapkan agar setiap anggota KSM paham aturan, hak dan kewajiban yang harus ada dan dilaksanakan dalam Pinjaman Bergulir. Aturan ini juga untuk meminimalisir penyelewengan dana pencairan oleh pihak lain, yang dimana kasus pada umumnya, dana perguliran tidak sampai pada anggota KSM tapi hanya ada pada Ketua KSM.
Pertemuan rutin KSM Arjuna
”Setiap pencairan ke KSM perguliran saya tetap mewajibkan para anggota KSM untuk hadir dan tidak akan dicairkan jika anggotanya tidak hadir lengkap, walaupun ada pemberitahuan dari anggota yang bersangkutan, tetap saya akan tunda proses pencairannya karena hal ini sudah tercantum dalam Standar Operasional Pinjaman Bergulir”, kata Dewi selaku Manager UPK.
Salah satu contoh pencairan pinjaman bergulir yang dilaksanakan oleh KSM Arjuna, dimana menghadirkan semua anggotanya pada saat pencairan dan tidak boleh diwakilkan. KSM Arjuna juga memberlakukan aturan adanya pertemuan rutin tiap bulannya untuk mengumpulkan angsuran dari masing-masing anggota serta membahas permasalahan dan solusi yang ada di KSM.
”Selain memiliki pinjaman di UPK, kami juga memiliki pencatatan serta perguliran berupa bahan pokok beras yang kami kelola intern dari dana tabungan anggota KSM dan juga tertuang dalam aturan main KSM”, kata Junawi selaku ketua KSM.
Berkat bantuan perguliran UPK BKM Sinar Terang, melalui Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) ini, akhirnya dapat membantu warga miskin di Desa Kertasada yang membutuhkan modal untuk memulai usaha maupun penambahan modal usaha yang sudah ada.
salah satu usaha anggota KSM Arjuna

IKON HIDROPONIK MENGATASI KUMUH DI KELURAHAN BANGSELOK SUMENEP

Bupati Sumenep bersama Lurah Bangselok dalam Peresmian Kampung Hidroponik Bangselok
Bangselok merupakan salah satu Kelurahan di jantung Kota Sumenep tepatnya di kepulauan Madura. Kelurahan Bangselok masuk dalam kategori wilayah kumuh sesuai dengan SK Bupati Sumenep Nomor 188/457/KEP/435.013/2015 tentang Lokasi Permukiman Kumuh pada program KOTAKU. Akan tetapi walaupun masuk dalam kategori kumuh, warga Bangselok bangkit untuk merubah nasibnya, dengan munculnya beberapa pemikiran-pemikiran warga. “Ini terbukti semakin sejalannya pemikiran BKM Potre Koneng Kelurahan Bangselok dengan Lurah Bangselok dalam penanganan kumuh di Kelurahan Bangselok“ kata Abd. Rafik, Koordinator PK-BKM Potre Koneng-Kelurahan Bangselok.

Suasana hijau dan segar benar-benar terasa saat berada di lingkungan Kelurahan Bangselok, terdapat 10 RT yang mendapatkan dana dari Dinas PRKPCK yaitu sejumlah Rp. 100.000.000,- yang kemudian dibagi Rp. 10.000.000 pada masing-masing RT terkait. Dana tersebut kemudian dialokasikan pada kegiatan lomba penanaman tanaman hidroponik. Dengan lahan yang sempit dan sangat terbatas, warga dapat memanfaatkan dan menyulapnya menjadi kebun indah. Manfaat keberadaan tanaman hidroponik tersebut mampu mendatangkan keuntungan finansial dan nilai lain seperti penghijauan bagi lingkungan Kelurahan Bangselok.

Uji Petik KOTAKU di Kelurahan Bangselok
Sesuai apa yang disampaikan Lurah ketika sambutan pada pertemuan uji petik KOTAKU di Kelurahan Bangselok. Lurah menyampaikan akan menjadikan Kelurahan Bangselok sebagai Pilot Project Hidroponik di kawasan Madura. Semua itu dilakukan tahap demi tahap, dimana tahap pertama sejumlah RT/RW di Kelurahan Bangselok menjadi satu-satunya tempat budidaya tanaman hidroponik di Kabupaten Sumenep. Dan hal ini membutuhkan kerja sama bagi semua pihak.

Rafik, salah satu PK-BKM yang juga antusias menanam hidroponik di wilayah RT 04/RW 04, yakin dan bersemangat bahwa hidroponik akan menjadi icon di Kelurahan Bangselok. Apalagi sangat mendapat dukungan dari pihak Kelurahan. Kesadaran warga menanam hidroponik di lahan terbatas yang ada di sekitar rumahnya masing-masing muncul dan bermula ketika mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) di Kantor Kelurahan setempat. Semoga ke depan, apa yang dicita-citakan dapat terwujud dan menular efek baiknya bagi Desa/Kelurahan Kumuh di Kabupaten Sumenep. 




Created by Abdus Sabid, S.Sos 
             Faskel Sosial KOTAKU Sumenep
Editor: Barra_Hairiyah

Minggu, 01 Desember 2019

REVIEW PENYUSUNAN BASELINE 100-0-100

Review penyusunan baseline di Bappeda Kab. Sumenep
        Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) adalah satu dari sejumlah upaya strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mempercepat penanganan permukiman kumuh di Indonesia dan mendukung “Gerakan 100-0-100”, yaitu 100% akses universal air minum, 0% permukiman kumuh, dan 100% akses sanitasi layak. 
          Seperti diketahui bersama bahwa penyusunan baseline 100-0-100 di Sumenep melalui Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) dilakukan sejak tahun 2015 di lokasi sasaran sejumlah 23 desa/kelurahan. Tujuan dari pendataan 100-0-100 ini adalah membantu pemerintah kota untuk mendapatkan data 100-0-100 di wilayahnya; mengumpulkan data 100-0-100 dan menyusun profil kawasan permukiman; dan melakukan identifikasi kebutuhan masyarakat sesuai persoalan kualitas permukiman berdasarkan data 100-0-100. Adapun data 100-0-100 dimaksud yaitu data yang terkait akses air minum (100 kiri), pengurangan luasan kawasan kumuh (0) dan data yang terkait dengan akses sanitasi yang layak (100 kanan). Data tersebut terdiri dari data fisik dan non fisik. 
      Data fisik yang terkait dengan 7 indikator kumuh yaitu: kondisi bangunan hunian, jalan lingkungan, drainase lingkungan, pembuangan air limbah, penyediaan air bersih dan air minum, pengelolaan persampahan, dan pengamanan bahaya kebakaran.
     Sedangkan data non fisik yang terkait dengan infrastruktur permukiman, antara lain, legalitas pendirian bangunan, kepadatan penduduk, mata pencarian penduduk, penggunaan daya listrik, fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan pendidikan. Seluruh data tersebut akan dijadikan sebagai data 100-0-100, yang nantinya dapat diukur secara periodik pencapaiannya sampai dengan tahun 2019 oleh Pemerintah di tingkat Kabupaten. Karenanya pada pertengahan Oktober 2019, Bappeda Kabupaten Sumenep malalui Pokja PKP Kabupaten melakukan review penyusunan baseline 100-0-100 untuk melihat sejauh mana ketercapaian pengurangan kumuh dengan melihat permasalahan-permasalahan yang belum dapat terselesaikan. Dalam pertemuan tersebut juga dibahas upaya-upaya penanganan pada beberapa lokasi yang belum tersentuh dengan baseline 100-0-100. Seyogyanya bisa dilakukan dimasing-masing lokasi untuk mempercepat penanganan kumuh utamanya dilokasi sasaran perkotaan dan non perkotaan di Kabupaten Sumenep.

  BKM 'Estu' Desa Marengan Daya  Berikan Bansos Bagi Warga Miskin dan Lansia Rabu, ( 27/04 ) Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Es...